PENGALAMAN MENGGUNAKAN MESIN CUCI SATU TABUNG

Setelah bertahun-tahun menggunakan mesin cuci dua tabung, pada tahun 2013 saya membeli mesin cuci satu tabung merk “Sharp”. pertimbangannya aku membeli merk ini adalah karena memang merk itu terkenal banget. Asumsinya kalau ada kerusakan saya bisa mereparasinya dengan mudah karena tempat reparasinya mudah dicari. Jadilah beberapa barang elektronik saya kebanyakan merk sharp.

Tetapi memang kerusakan pada mesin cuci lebih sering terjadi di banding ama kulkas dan TV. Penyebabnya jelas sekali karena mesin cuci sering di otak atik pakai tangan untuk pemakaiannya. berbeda ama tv dan kulkas. kulkas merk “Sharp” kepunyaan saya Alhamdulillah belum pernah bermasalah sejak beli. dia dapat menyimpan makanan dengan kekuatan yang maksimal serta dapat membuat ice batu dengan cepat di banding kulkas kepunyaan ibuku. tapi tentu saja membandingkan itu harus adil. kulkas kepunyaan ibuku usianya sudah lama banget udah lebih dari 15 tahun. udah jadul banget sementara kulkasku usianya baru sekitar 6 sampai 7 tahunan. dan kulkasku dua pintu sedangkan punya ibuku satu pintu. jadi kualitasnya jelas lebih bagus.

Oh ya kembali  ke mesin cuci. Masalah yang sering terjadi pada saya selama menggunakan mesin cuci ada dua yaitu:

  1.  Aliran air tidak lancar

Air yang tidak lancar salah satu penyebabnya adalah air yang tidak bersih, sehingga ada kotoran yang menyumbat di saluran air. saya menggunakan air sumur bor yang rada kuning dan memiliki endapan sehingga sering kali air yang mengalir menjadi tersumbat. aku biasanya membersihkan saringan air yang ada di atas mesin cuci. menyikatnya dengan sikat gigi lalu memasangnya kembali. Aliran air yang kecil suka  membuat waktu mencuci menjadi lama. jadi saya suka langsung memasukan selang ke dalam mesin langsung tanpa melalui saringan mesin. jadinya memang manual tapi waktu mencuci lebih cepat. He.he..he.. apakah berisiko mempercepat keruksakan mesin? Wallohu alam bishowab. karena ketika saya tanya tukang reparasi mesin cuci dia menjawab. ” tidak apa-apa” katanya.

  1.  Mesin mati dan tidak mau menyala

Nah ini yang terjadi pada saya setelah pemakaian selama kira-kira 3 tahun ( sekitar bulan Agustus 2016). pas mau nyuci ternyata mesin ga mau nyala alias mati total. sedih banget deh. ketika saya panggil tetangga yang biasa ngereparasi barang elektronik untuk memeriksa mesin cuci saya ternyata control sirkuit (PCB).  papan digital yang mengontrol segala pengoperasian mesin ( Ini definisi yang saya pikirkan ). Saya kira-kira kerusakan itu terjadi karena kebasahan saat ngisi air secara manual. Karena dia tidak bisa memperbaiki mesin cuciku maka saya panggil  tukang reparasinya langsung dari Sharp. sambil mempebaiki, saya jelas tidak tinggal diam. saya ngoceh panjang lebar menanyakan seputar pemakaian mesin cuci. ini hasil tanya jawabnya.

  • Apakah penyebab kerusakan PCB karena saya suka memasukan air secara langsung. Jawabnya adalah : bukan. tapi karena listrik tidak dicabut dari stop kontaknya. Oo..begitu jadilah sejak saat itu aku selalu mencabut listrik dari stop kontaknya.Oh ya harga PCB plus ongkos memasangnya adalah Rp 595.000 atau sekitar Rp 600.000 ( tahun 2016 )
  • Berapa banyak cucian yang diperbolehkan masuk ke mesin cuci agar mesin cuci awet. Walau ada ukuran maksimal berat pakaian untuk mesin cuci. misalnya 6 kg atau 7 kilo dst. tapi jelas imposible banget kalau tiap nyuci kita harus nimbang baju. kaya kurang kerjaan aja. Lalu dia menjawab. Usahakan banyaknya baju dan air yang merendamnya jangan sampai melebihi 3/4 dari tabung mesin, kalau bisa sih cuma setengahnya, karena kalau terlalau berat mesin akan cepat rusak.Oo…begitu.. kataku sambil ngangguk-ngangguk. dan saya cuma tahan seminggu untuk melaksanakannya. karena seterusnya saya mengisi mesin sampai full ke atas tabung aku sisain sejengkal dari atas tabung agar air dan baju tidak meluap keluar. Habis saya nyucinya seminggu dua kali.  kalau cuma sedikit-sedikit bisa nyampai 3 atau 4 kali menggiling baju. cape deh… sambil mencuci saya berdoa semoga mesinnya baik-baik aja.
  • Apa yang menyebabkan mesin cuci cepat rusak? Dia menjawab, mesin cuci cepat rusak kalau menyimpannya di kamar mandi atau di tempat yang basah. Oooh.. begitu. aku bersyukur tempat menyimpan mesin cuciku disamping kamar mandi bukan di dalamnya. jadi aman…

Nah itu hasil perbincangan saya  dengan tukang reparasinya. Berikut ini  Tip- tip  menggunakan mesin cuci dari saya berdasarkan pengalaman mencuci menggunakan mesin cuci.

  1. Kalau mencuci pakaian tidak tiap hari tapi seminggu sekali atau seminggu dua kali. lebih baik beli mesin cuci dengan kapasitas besar karena lebih menghemat waktu, dari pada bolak balik mencuci sampai 3 kali atau 4 kali. tetapi bagi ibu-ibu yang suka memilah-milah baju saat mencuci, misal pakaian halus dengan halus lagi, pakaian putih dengan putih, pakaian berat dengan berat lagi dst. maka sebaiknya beli yang kecil, agar lebih efisien. demikian juga buat ibu-ibu yang mencucinya tiap hari dengan jumlah pakaian yang tidak terlalu banyak setiap mencuci. Kalau saya karena mencucinya seminggu dua kali terus terang jadi menyesal membeli yang 7 kg coba kemarin beli yang kapasitasnya lebih besar. dan perlu di ingat mesin cuci yang besar memungkinkan kita mencuci selimut yang tebal dan besar. ini jadi pertimbangan penting dari pada harus mencuci selimut ke laundry
  2. Gunakan air yang bersih dan jernih , air yang berwarna kuning menyebabkan penyumbatan pada saringan air sehingga kita harus bolak-balik membersihkan saringan air. tapi kalau engga ada sih.. gunakan yang ada aja. kalau tersumbat masukan aja air langsung ke dalam mesinnya. bila perlu masukan pakai ember biar lebih lancar lagi. ( he..he..he..) serius saya suka melakukannya. soalnya saya suka engga sabaran kalau aliran airnya kecil karena tersumbat kan waktu mencuci jadi lama
  3. Masukan detergen langsung ke dalam mesin setelah pakaian terendam air. karena kalau melalui tempat penyimpanan kadang suka menggumpal ( serbuk ) atau tidak rata. saya suka membuka tutup mesin saat mesin sedang memutar atau membilas. asal jangan di buka saat mengeringkan ya.. soalnya pasti mesin langsung mati. Jadi kalau saya.. mencuci biarkan air mengalir ke mesin lalu setelah setengahnya masukan detergen kocek-kocek pakai tangan kemudian selesaikan seperti biasanya.
  4. Simpan mesin di tempat yang kering dan beri alas ( bisa di beli saat membeli mesin cuci ) agar aman.
  5. Hati-hati dengan baju luntur. karena itu adalah mimpi buruk saat lupa memisahkan dengan baju yang lain.

Demikianlah kira-kira pengalaman mencuci saya menggunakan mesin cuci. mencuci dengan mesin cuci tidak akan sebersih kalau mencuci menggunakan tangan tapi sangat membantu bagi ibu-ibu yang kekurangan waktu dan tenaga untuk mencuci manual. Intinya awet tidaknya suatu barang tidak hanya tergantung dari merk tetapi bagaimana kita menggunakan barang tersebut. Kalau kita menggunakannya sesuai petunjuk di buku panduan maka Insha Alloh akan akan aman dan awet.

Catatan di atas adalah di buat berdasarkan pengalaman saya mencuci dan tidak terlalu  mengikuti buku panduan yang ada.  Tips di atas di tulis berdasarkan kepraktisan saya selama mencuci. Dengan gaya mencuci seperti itu saya hanya mengalami kerusakan sekali yaitu PCB nya mati itu juga karena saya tidak mencabut aliran listrik dari stop kontak listrknya. mungkin saja  pengalaman akan berbeda dengan yang lainnya. Terima kasih sudah membaca semoga dapat membantu bagi pengguna mesin cuci seperti saya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: