My home sweet home

Alhamdulillah, setelah hampir 10 tahun menikah akhirnya Allah mengabulkan keinginan kami untuk memiliki sebuah rumah, walaupun rumah itu amat sangat sederhana dengan tipe RSSSSS ( Rumah sangat sederhana sekali sisi susukan ) Wakakakak…. Dengan luas tanah 72 m tipe 36 yah cukuplah untuk keluarga mungil kami yang minimalis, 1 ayah, 1 ibu dan 1 anak. Rumah minimalis untuk keluarga minimalis dengan keuangan minimalis juga.

Rumah inti yang terdiri dari 1 ruang tamu merangkap ruang keluarga dan garasi bagi motor kami, juga terdiri dari 2 kamar tidur dan satu kamar mandi. Rumah tanpa dapur itu terpaksa kami tambahi dapur mungil dibelakangnya. Selain dapur kami tambahi satu kamar mandi dibelakang yang fungsinya lebih banyak buat nyuci baju. Oh ya rencananya sih emang kamar mandi belakang dibuat untuk nyimpen mesin cuci makanya ada colokan buat listrik didalamnya, tetapi aku ngotot pengen ada klosetnya juga biar anakku kalau kepepet pipis engga ngegedor pintu kamar mandi. Akhirnya jadilah kamar mandi semi terbuka dan mesin cuci jadinya disimpan di luar kamar mandi. Ya…betul2 kurang perencanaan.

Nuansa dapur sengaja aku pilih warna pink biar sedikit terang maklum aku kan memiliki kulit sedikit gelap ( tapi gelap itu eksotiskan ) Kupikir kalau warna dapurku terang maka aku bisa kelihatan kalau lagi bereksperimen,He..he..he.Coba bayangin kalau dapurku tidak terang nanti kalau aku lagi masak gimana kalau engga kelihatan.

Sekarang halaman rumah sedang acak-acakan penyebabnya suamiku pengen bikin kolam ikan yang mungil.  Rencana awal tadinya kita mau minta temannya yang lulusan dari seni UPI buat ngerjainnya ,tetapi setelah diskusi mengenai uangnya ternyata dananya kayaknya enggak akan sampai untuk menggaji tenaga profesional.  Akhirnya suamiku cuma minta sketsa-nya aja ditukar dengan pembuatan RPP komputer ( Perangkat guru yang harus ada untuk persiapan mengajar ).  Dan jadinya terpaksa Hari Minggu kemarin suamiku menggali kolamnya sendiri untungnya pada saat finishing  pamanku akan membantu untuk membuat relief di dindingnya  . Semoga kolam itu segera jadi.

Yang paling menyedihkan dari proses perubahan rumah mungilku adalah nasib pot-pot tanamanku.  Tanaman-tanaman hias hasil berburuku kayaknya akan bernasib tragis karena kolam yang dibuat akan disesuaikan dengan sketsa taman yang sudah dibuat.  Konsep taman yang dibuat menjadikan semua pot-pot yang kubeli dan kutanami berbagai tanaman hias akan dipindah ke dak atas tempat jemuran.  Katanya sih tanaman tidak usah terlalu banyak tetapi harus sesuai dengan taman dan kolam yang dibuat, taman tidak boleh berantakan karena terlalu banyak pot.  Padahal di halaman itu selain ada tanaman-tanaman hias juga ada tambulamot jambu air, jeruk  manis, jerut purut juga jambu apel. Tetapi aku lagi nego sama Suamiku ku bilang biar aja pot-pot bunga dan tambulampotku ada disana anggap aja taman bertema hutan. Biar berantakan tapi kan rimbun.

Nanti tulisan ini akan ku sisipi foto-foto morfosa rumahku  yah!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: